Allhamdulillah...... akhirnya bisa terbit juga toko online perlengkapan pancing yang selama ini menjadi wacana kita semua, dibicarakan setiap kali ada pertemuan, diatas perahu, sambil jalan menyusuri pulau... dan setiap kali ada kesempatan, baik konsep dan dan tetek bengek lainnya, dan pada pertemuan terkahir pada hari jum'at 20 Okt 2012, kami sepakat untuk segera meluncurkan toko online yang kami berinama K-Fishing Online Store.
Memang belum semua product perlengkapan pancing masuk dalam daftar product, namun kami akan berusaha secepatnya untuk terus meng-update product-product perlengkapan pancing yang bisa kami sediakan.
Silahkan kunjungi toko kami : http://www.yoogho.com/k-fishing-online
atau dapat diakses lewat facebook dengan alamat :
http://www.facebook.com/pages/Fishingclub/503661609652379 ,lalu pilih online store.
Kedepannya mungkin saja tidak hanya perlengkapan pancing saja yang kami jual dan tawarkan, akan tetapi trip mancingnya juga bisa kami coba akomodasi, jadi kepada rekan-rekan atau pembaca blog ini yang mempunyai minat untuk memancing tetapi tidak tau harus mulai dari mana bisa saja nmenghubungi kami ( Admin atau ketua klub k-fishing). Tidak terbatas pada kegiatan mancing kami juga bisa mendampingi untuk trip ke kepulauan seribu, atau jalan-jalan di pesisir lainnya.
Jangan sungkan untuk menghubungi kami bisa via telephon atau e-mail, untuk mendapatkan informasi yang diperlukan. Terima Kasih.
Salam,
Senin, 22 Oktober 2012
Rabu, 17 Oktober 2012
Mancing di Muara Bendera
Dalam tulisan ini saya
akan ceritakan Trip mancing yang dilaksanakan rekan-rekan lain anggota
k-fishing beberapa bulan lalu, tepatnya
19 Mei 2012 dipesisir Jakarta Utara berbatasan dengan Kab. Bekasi tepatnya di Muara
Bendera, waktunya sudah cukup lama
memang, namun rekan-rekan minta saya untuk tetap mengupload trip mancing
tersebut dalam blog ini, walau dalam trip mancing ini saya sendiri tidak ikut
serta.
![]() |
| Pos Desa Buni, tempat janjian Kumpul |
Lokasi mancing di Muara
Bendera sendiri sebenarnya masih termasuk kawasan Muara Gembong lokasinya
memang berada sangat jauh dari hiruk pikuk kota Bekasi apalagi dari Jakarta, karena letaknya sendiri
dikelilingi perairan laut jawa dan terhimpit diantara Jakarta Utara dengan Kab.
Karawang, saya sediri pernah kelokasi ini beberapa tahun yang lalu tapi dengan
perahu dari tengah laut jawa.
Dari kota Jakarta
dibutuhkan waktu tempuh hampir empat jam, tidak heran karena kecamatan ini
terletak 64 km dari pusat kota Bekasi, namun rupanya rekan-rekan kami sudah
punya rute sendiri untuk mencapai lokasi mancing dengan waktu tempuh yang tidak
terlalu lama.
![]() |
| Gethek, atau rakit penyebrangan di kali Belacan |
Dari ds Buni dibutuhkan
waktu hampir satu jam menuju arah Sungai Belacan, untuk kemudian
menyebrangi sungai belacan dengan gethek, tentunya motor ikut
serta naik gethek.
Selesai menyebrang sungai
dengan gethek, perjalanan dilanjutkan kurang lebih 15-20 menit, sampai di
tempat penitipan motor, cukup luas juga lahan yang disediakan, dan pemiliknya
juga membuka warung menyediakan aneka keperluan pemancing bahkan bisa sarapan atau
ngopi dulu sebelum meneruskan perjalanan ke Muara Bendera.
![]() |
| Dermaga sederhana untuk naik perahu ke lokasi mancing |
Muara Bendera adalah
muara sungai Citarum, merupakan salah satu muara yang terbesar yang ada di
kawasan muara gembong, dengan lebar lebih 100 meter dan mempunyai kedalaman 2-4
meter, tak heran menjadi favorit para pemancing, selain karena suasananya yang
alami karena masih bisa ditemui ular, biawak dan bahkan kera, juga karena
merupakan habitat ikan rawa, seperti Bandeng, kropak, sembilang, Lundu
pun ada…, dan jika beruntung masih banyak Kakap putih dengan ukuran
lumayan besar dengan berat 2-3 kg, ikut
terpancing, seperti didapatkan rekan-rekan kita hari itu sebanyak 4 ekor.
![]() |
| Photo dulu sebelum meneruskan perjalanan, mumpung medannya spt di pedalaman Vietnam |
![]() |
| Perjalanan pulang Usai mancing,masih umpel-umpelan...... |
![]() |
| Isitirahat dulu ah.. sebelum jalan pulang, lumayan bisa... godain si Eneng dulu, pantes pada seneng banget mancing di sini..., ga ada photo dengan kakap putih ga masalah, yang penting ada photo dengan si Enemg.... |
Selasa, 16 Oktober 2012
Dok. photo trip mancing p. Pari
Aribowo dan Ichwan melakukan
Persiapan dan Setting Pancingan,
saat sudah dekat dengan lokasi
Ichwan sedang serius bertarung dengan Tenggiri 2 kg, yang akhirnya berhasil diangkat setelah 2kali gagal karena snar pancing putus.
Menikmati dulu kuliner khas tengah laut,
masakan nelayan, menu sederhana.. kembung goreng, sambel kecap+irisan tomat, bawang ... tapi rasanya, enak luar biasa.
capek mancing, mata sepet krn ngantuk, paling nikmat tidur .... ombak besar juga tidak terasa..
Perjalanan pulang sambil ngopi..... mantap,
sayang Widi dan p'Rudy ga ikut
sementara itu pak Ebit, sibuk memasukan hasil pancingan dalam cooling box, hasil yang cukup lumayan mengingat waktu mancing yang singkat.
Mejeng dulu ....., sesaat tiba di dermaga
Tj. Pasir
K-Fishing Team, photo dulu sebelum meninggalkan dermaga tj. Pasir.
memang enak minum kelapa muda segar, saat badan capek ...
Seperti biasa, pembagian hasil pancing.....
sebelum kembali ke rumah masing-masing.
Senin, 15 Oktober 2012
Ngoncer di rumpon P. Pari
Tepat sehari sebelum pelantikan Gubernur DKI yang baru yaitu bpk Jokowi, hari Minggu, 14 Oktober 2012, K-Fishing Club kembali menggelar kegiatan mancingnya. Lokasi mancing kali ini dipilih diseputaran Pulau Bokor dan Pulau Pari.
Lokasi ini sengaja dipilih karena dapat dikatakan kami sangat jarang mancing didaerah ini, pernah satu dua kali, tapi hasilnya kurang memuaskan, pertama karena minim informasi spot mancing, juga kami belum menemukan kapal atau perahu mancing yang sesuai harapan, padahal lokasinya cukup dekat dan selalu kami lewati saat dalam perjalanan ke pulau Pramuka atau pulau-pulau lain di kepulauan seribu.
Seperti biasa kami berkumpul di rumah sdr Ichwan ('Men'), sebagai basecamp yang lain, selain basecamp pertama di rumah sdr Rudy yang pada mancing kali ini berhalangan hadir karena faktor fisik belum siap, (saya pikir itu alasan dia saja cari cara aman daripada ikut dan terus ditertawakan karena muntah). Beberapa rekan lain juga berhalangan untuk ikut, karena berbagai alasan, tapi perkiraan kami karena SIM (surat ijin mancing) dari istri belum didapat, itulah uniknya team mancing kami, buat sebagian anggota harus ada SIM dulu baru bisa berangkat, padahal sudah banyak trik dan kiat yang dipakai, namun sampai harinya H nya masih belum keluar juga, apa boleh buat..!
Pukul 5.20 pagi kami bergerak, kali ini hanya berempat yang jalan saya, Aribowo, Men dan Reckly, butuh waktu 1 jam 10 menit untuk sampai di Tanjung Pasir, tempat dimana kami sudah ditunggu p'Ebit pemilik kapal/perahu mancing dengan kru-nya, setelah berkenalan dan minta maaf karena terlalu siang datangnya kami pun segera naik ke kapal.
Ombak yang cukup besar dari arah barat membuat kapal bergerak lambat, ibarat mobil yang berjalan menanjak, kurang lebih 1 jam perjalanan kami tiba di spot mancing, benar saja dilokasi sudah ada tiga kapal pemancing lain yang tiba lebih dahulu dan sudah terlihat sibuk, menandakan sudah cukup lama mereka disitu.
Setelah kapal tertambat dengan benar diposisinya kamipun langsung mengatur posisi masing-masing yang enak untuk mulai memancing, sudah hampir dua jam waktu berlalu belum satu ikanpun saya tarik, sementara kru kapal dengan pancing kotreknya sudah menghasil kan puluhan ikan kembung dan tembang. Pak Aribowo dan Recly dengan umpan ikan hidup (ngoncer) sudah berkali kali menarik pancing, diperahu yang lain puna ikan tenggiri berkali-kali ditarik, saya dan Men yang menggunakan umpan udang (mancing dasar) juga berkali-kali menarik pancing tapi hasilnya tetap timah dan umpan udang yang sudah tak berbentuk, akhirnya saya dan Men pun menyerah dan mencoba untuk ngoncer, benar saja tidak sampai 15 menit umpan saya disambar merasakan tarikannya saya yakin Tenggiri yang menyambar, sayang tarikan pertama terlepas, snarnya putus.
Nasib sama dialami si Men, kami mencoba lagi, dan kali ini Men strike, dengan sabar dan hati-hati dia tarik pancingnya, hasilnya ikan cendro besar.
Setelah diselingi makan siang yang luar biasa uenaknya, walau hanya goreng ikan kembung dan sambel kecap, dan beberapa kali ikan terlepas karena snar putus, kami berhasil juga menaikan beberapa ikan Tenggiri dengan ukuran lumayan besar sekitar 2kg, sebelum akhirnya terpaksa sudahan karena angin dan ombak besar datang menyergap, dalam perjalan pulang sempat mampir di rumpon pulau Bokor untuk mencoba dasaran karena ada yang penasaran, namun akhirnya diputuskan untuk pulang karena arus yang kencang dan rasa kantuk yang tidak tertahankan.
Photo-photo mancing akan coba saya upload dalam postingan berikutnya.
menu makan siang di perahu
Lokasi ini sengaja dipilih karena dapat dikatakan kami sangat jarang mancing didaerah ini, pernah satu dua kali, tapi hasilnya kurang memuaskan, pertama karena minim informasi spot mancing, juga kami belum menemukan kapal atau perahu mancing yang sesuai harapan, padahal lokasinya cukup dekat dan selalu kami lewati saat dalam perjalanan ke pulau Pramuka atau pulau-pulau lain di kepulauan seribu.
Pukul 5.20 pagi kami bergerak, kali ini hanya berempat yang jalan saya, Aribowo, Men dan Reckly, butuh waktu 1 jam 10 menit untuk sampai di Tanjung Pasir, tempat dimana kami sudah ditunggu p'Ebit pemilik kapal/perahu mancing dengan kru-nya, setelah berkenalan dan minta maaf karena terlalu siang datangnya kami pun segera naik ke kapal.
Ombak yang cukup besar dari arah barat membuat kapal bergerak lambat, ibarat mobil yang berjalan menanjak, kurang lebih 1 jam perjalanan kami tiba di spot mancing, benar saja dilokasi sudah ada tiga kapal pemancing lain yang tiba lebih dahulu dan sudah terlihat sibuk, menandakan sudah cukup lama mereka disitu.
Nasib sama dialami si Men, kami mencoba lagi, dan kali ini Men strike, dengan sabar dan hati-hati dia tarik pancingnya, hasilnya ikan cendro besar.
Setelah diselingi makan siang yang luar biasa uenaknya, walau hanya goreng ikan kembung dan sambel kecap, dan beberapa kali ikan terlepas karena snar putus, kami berhasil juga menaikan beberapa ikan Tenggiri dengan ukuran lumayan besar sekitar 2kg, sebelum akhirnya terpaksa sudahan karena angin dan ombak besar datang menyergap, dalam perjalan pulang sempat mampir di rumpon pulau Bokor untuk mencoba dasaran karena ada yang penasaran, namun akhirnya diputuskan untuk pulang karena arus yang kencang dan rasa kantuk yang tidak tertahankan.
Photo-photo mancing akan coba saya upload dalam postingan berikutnya.
menu makan siang di perahu
Minggu, 14 Oktober 2012
K-Fishing Club,....
adalah kependekan dari Kuliner Fisfhing Club, yah.... agak aneh namanya tapi diselaraskan dengan kebiasaan anggotanya... yang lebih banyak wisata kulinernya ketimbang mancingnya.
K-Fishing Club, sejatinya sudah terbentuk hampir 15 tahun yang lalu, bermula dari kesamaan hobby jalan dan mancing, lalu agar kegiatan lebih bisa terorganisir dan lebih terjadwal maka dibentuk lah paguyuban dengan nama Oriz Fishing Club dengan ketuanya sdr Bowie, oriz sendiri merupakan kependekan dari kata Orang Rismar, karena seluruh anggotanya adalah karyawan PT Rismar Daewoo Apparel.
Seiring waktu, sudah banyak juga anggota yang resign dan sudah tidak bekerja di PT Rismar, akan tetapi kegiatan mancing dan jalan-jalan utamanya wisata kulinernya tetap berlangsung.
Oleh karenanya bulan Mei 2012, berdasar hasil RUPS (Rapat Umum Pemancing riSmar), yang dilangsungkan di P. Pramuka, nama klub sepakat diubah menjadi Kuliner Fishing Club atau K-Fishing Club, disesuaikan semangat yang baru yaitu memancing sambil menikmati kuliner di daerah tujuan mancing. Klub saat ini dikomandani oleh sdr Aribowo sebagai ketuanya.
Selanjutnya kepada seluruh anggota k-Fishing Club atau rekan-rekan lain, dapat menggunakan blog ini sebagai journal kegiatan mancing atau kegiatan lain, sebagai pengganti buletin kegiatan yang dahulu pernah muncul di web perusahaan yaitu WartaKita.
Untuk yang mau berkontribusi menulis artikel kami persilahkan, atau sekedar komentar kami persilahkan juga. Merdeka.
adalah kependekan dari Kuliner Fisfhing Club, yah.... agak aneh namanya tapi diselaraskan dengan kebiasaan anggotanya... yang lebih banyak wisata kulinernya ketimbang mancingnya.
K-Fishing Club, sejatinya sudah terbentuk hampir 15 tahun yang lalu, bermula dari kesamaan hobby jalan dan mancing, lalu agar kegiatan lebih bisa terorganisir dan lebih terjadwal maka dibentuk lah paguyuban dengan nama Oriz Fishing Club dengan ketuanya sdr Bowie, oriz sendiri merupakan kependekan dari kata Orang Rismar, karena seluruh anggotanya adalah karyawan PT Rismar Daewoo Apparel.
Seiring waktu, sudah banyak juga anggota yang resign dan sudah tidak bekerja di PT Rismar, akan tetapi kegiatan mancing dan jalan-jalan utamanya wisata kulinernya tetap berlangsung.
Oleh karenanya bulan Mei 2012, berdasar hasil RUPS (Rapat Umum Pemancing riSmar), yang dilangsungkan di P. Pramuka, nama klub sepakat diubah menjadi Kuliner Fishing Club atau K-Fishing Club, disesuaikan semangat yang baru yaitu memancing sambil menikmati kuliner di daerah tujuan mancing. Klub saat ini dikomandani oleh sdr Aribowo sebagai ketuanya.
Selanjutnya kepada seluruh anggota k-Fishing Club atau rekan-rekan lain, dapat menggunakan blog ini sebagai journal kegiatan mancing atau kegiatan lain, sebagai pengganti buletin kegiatan yang dahulu pernah muncul di web perusahaan yaitu WartaKita.
Untuk yang mau berkontribusi menulis artikel kami persilahkan, atau sekedar komentar kami persilahkan juga. Merdeka.
Sebagian anggota K-Fishing Team, dr kanan Aribowo, Reckly, Ichwan, Bowie
Langganan:
Komentar (Atom)





















