Lokasi ini sengaja dipilih karena dapat dikatakan kami sangat jarang mancing didaerah ini, pernah satu dua kali, tapi hasilnya kurang memuaskan, pertama karena minim informasi spot mancing, juga kami belum menemukan kapal atau perahu mancing yang sesuai harapan, padahal lokasinya cukup dekat dan selalu kami lewati saat dalam perjalanan ke pulau Pramuka atau pulau-pulau lain di kepulauan seribu.
Pukul 5.20 pagi kami bergerak, kali ini hanya berempat yang jalan saya, Aribowo, Men dan Reckly, butuh waktu 1 jam 10 menit untuk sampai di Tanjung Pasir, tempat dimana kami sudah ditunggu p'Ebit pemilik kapal/perahu mancing dengan kru-nya, setelah berkenalan dan minta maaf karena terlalu siang datangnya kami pun segera naik ke kapal.
Ombak yang cukup besar dari arah barat membuat kapal bergerak lambat, ibarat mobil yang berjalan menanjak, kurang lebih 1 jam perjalanan kami tiba di spot mancing, benar saja dilokasi sudah ada tiga kapal pemancing lain yang tiba lebih dahulu dan sudah terlihat sibuk, menandakan sudah cukup lama mereka disitu.
Nasib sama dialami si Men, kami mencoba lagi, dan kali ini Men strike, dengan sabar dan hati-hati dia tarik pancingnya, hasilnya ikan cendro besar.
Setelah diselingi makan siang yang luar biasa uenaknya, walau hanya goreng ikan kembung dan sambel kecap, dan beberapa kali ikan terlepas karena snar putus, kami berhasil juga menaikan beberapa ikan Tenggiri dengan ukuran lumayan besar sekitar 2kg, sebelum akhirnya terpaksa sudahan karena angin dan ombak besar datang menyergap, dalam perjalan pulang sempat mampir di rumpon pulau Bokor untuk mencoba dasaran karena ada yang penasaran, namun akhirnya diputuskan untuk pulang karena arus yang kencang dan rasa kantuk yang tidak tertahankan.
Photo-photo mancing akan coba saya upload dalam postingan berikutnya.
menu makan siang di perahu



Tidak ada komentar:
Posting Komentar