Senin, 15 Oktober 2012

Ngoncer di rumpon P. Pari

Tepat sehari sebelum pelantikan Gubernur DKI yang baru yaitu bpk Jokowi, hari Minggu, 14 Oktober 2012, K-Fishing Club kembali menggelar kegiatan mancingnya. Lokasi mancing kali ini dipilih diseputaran Pulau Bokor dan Pulau Pari.

Lokasi ini sengaja dipilih karena dapat dikatakan kami sangat jarang mancing didaerah ini, pernah satu dua kali, tapi hasilnya kurang memuaskan, pertama karena minim informasi spot mancing, juga kami belum menemukan kapal atau perahu mancing yang sesuai harapan, padahal lokasinya cukup dekat dan selalu kami lewati saat dalam perjalanan ke pulau Pramuka atau pulau-pulau lain di kepulauan seribu.

Seperti biasa kami berkumpul di rumah sdr Ichwan ('Men'), sebagai basecamp yang lain, selain basecamp pertama di rumah sdr Rudy yang pada mancing kali ini berhalangan hadir karena faktor fisik belum siap, (saya pikir itu alasan dia saja cari cara aman daripada ikut dan terus ditertawakan karena muntah). Beberapa rekan lain juga berhalangan untuk ikut, karena berbagai alasan, tapi perkiraan kami karena SIM (surat ijin mancing) dari istri belum didapat, itulah uniknya team mancing kami, buat sebagian anggota harus ada SIM dulu baru bisa berangkat, padahal sudah banyak trik dan kiat yang dipakai, namun sampai harinya H nya masih belum keluar juga, apa boleh buat..!

Pukul 5.20 pagi kami bergerak, kali ini hanya berempat yang jalan saya, Aribowo, Men dan Reckly,  butuh waktu 1 jam 10 menit untuk sampai di Tanjung Pasir, tempat dimana kami sudah ditunggu p'Ebit pemilik kapal/perahu mancing dengan kru-nya, setelah berkenalan dan minta maaf karena terlalu siang datangnya kami pun segera naik ke kapal.
Ombak yang cukup besar dari arah barat membuat kapal bergerak lambat, ibarat mobil yang berjalan menanjak, kurang lebih 1 jam perjalanan kami tiba di spot mancing, benar saja dilokasi sudah ada tiga kapal pemancing lain yang tiba lebih dahulu dan sudah terlihat sibuk, menandakan sudah cukup lama mereka disitu.

Setelah kapal tertambat dengan benar diposisinya kamipun langsung mengatur posisi masing-masing yang enak untuk mulai memancing, sudah hampir dua jam waktu berlalu belum satu ikanpun saya tarik, sementara kru kapal dengan pancing kotreknya sudah menghasil kan puluhan ikan kembung dan tembang. Pak Aribowo dan Recly dengan umpan ikan hidup (ngoncer) sudah berkali kali menarik pancing, diperahu yang lain puna ikan tenggiri berkali-kali ditarik, saya dan Men yang menggunakan umpan udang (mancing dasar) juga berkali-kali menarik pancing tapi hasilnya tetap timah dan umpan udang yang sudah tak berbentuk, akhirnya saya dan Men pun menyerah dan mencoba untuk ngoncer, benar saja tidak sampai 15 menit umpan saya disambar merasakan tarikannya saya yakin Tenggiri yang menyambar, sayang tarikan pertama terlepas, snarnya putus.
Nasib sama dialami si Men, kami mencoba lagi, dan kali ini Men strike, dengan sabar dan hati-hati dia tarik pancingnya, hasilnya ikan cendro besar.

Setelah diselingi makan siang yang luar biasa uenaknya, walau hanya goreng ikan kembung dan sambel kecap, dan beberapa kali ikan terlepas karena snar putus, kami berhasil juga menaikan beberapa ikan Tenggiri dengan ukuran lumayan besar sekitar 2kg, sebelum akhirnya terpaksa sudahan karena angin dan ombak besar datang menyergap, dalam perjalan pulang sempat mampir di rumpon pulau Bokor untuk mencoba dasaran karena ada yang penasaran, namun akhirnya diputuskan untuk pulang karena arus yang kencang dan rasa kantuk yang tidak tertahankan.

Photo-photo mancing akan coba saya upload dalam postingan berikutnya.


menu makan siang di perahu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar